Duduk Di Kursi Empuk ialah Lumrah...
Naik Mercedes Sudah Biasa...
Mengenyam Rupiah Tiada Henti...
Walau Melawan Nurani...
Apa Yang Kau Lihat Jika Berkaca di Cermin Mewahmu?
Kehidupanlah Yang Menggambarkan Pahitnya Gambaran...
Tanpa Rasa... Tanpa Dosa...
Kau Berdalih Sesukamu...
Kami Mederita demi Sofa Empukmu....
Kami Merayap demi Mercedesmu....
Yang Kau Beri Hanya Senyum Indahmu...
Yang Kau Lempar Hanya Janji yang tak berpijak...
Pintarnya Kami Mengelu-elukan Engkau....
Hebatnya Kami Mencium Kaki Busukmu...
Karena Percaya Akan Baliho-Baliho dan Spanduk-spanduk Megahmu...
Di pesta Besar yang Merupakan Awal dari Keterpurukan Jongos...
Dari Mana Sebenarnya Kau Berasal....
Bahkan Katak dalam Tempurung Pun Tahu Tuanku...
Berkacalah dalam Kehidupan...
Bahwa Surga Itu Indah...

mengagumkan...!!!!!!!!
BalasHapus