Memecah kseunyian, yang hidup di antaraku...
Memanggil kehenyakan yang seakan menikam setiap nafasku...
Diam seribu bahasa...
Hingga rohku pun tak berbunyi...
Jalanku adalah jalanmu...
Tiap langkah kita saling mengukir sejarah...
Hitam di atas putih...
Maupun putih di atas hitam...
Tawa maupun Tangis...
Kalian tertinggal di belakang...
Yang kutunggu hanyalah masa depan...
Tetapi yang datang hanyalah sekarang...
Apa arti dari sebuah perjalanan hidup?
Selasa, 28 Desember 2010
Senin, 13 Desember 2010
Senin, 22 November 2010
Senjamu
Sang Fajar bergejolak...
Melahirkan Pertiwi dengan darah dan air mata...
Dengan Bambu dan Meriam...
Hingga pena dan kertaspun tak terhindarakan...
Dididik dengan cinta dan harapan...
Diberkahi dengan Tekad dan Tujuan...
serta diberi makan Pancasila....
Hingga ia siap untuk menuju kejayaan...
Pertiwi mulai berlari...
Melewati cobaan hidup yang baru...
Walau palu dan arit menghadang...
Ia tetap tersenyum dan berlari...
Berlari menuju hidup yang didambakannya...
Walau Bento MEnghadang dengan seribu pasukannya...
Ia Tetap Berlari...
Siangpun terbit...
Peluh mulai menetes dari kening pertiwi...
nafasnya mulai tersengal...
tetap berlari...
Sampai akhirnya ia terjatuh...
Tubuhnya penuh luka...
Air matanya menetes menangisi dirinya..
yang kini menemui senja...
Melahirkan Pertiwi dengan darah dan air mata...
Dengan Bambu dan Meriam...
Hingga pena dan kertaspun tak terhindarakan...
Dididik dengan cinta dan harapan...
Diberkahi dengan Tekad dan Tujuan...
serta diberi makan Pancasila....
Hingga ia siap untuk menuju kejayaan...
Pertiwi mulai berlari...
Melewati cobaan hidup yang baru...
Walau palu dan arit menghadang...
Ia tetap tersenyum dan berlari...
Berlari menuju hidup yang didambakannya...
Walau Bento MEnghadang dengan seribu pasukannya...
Ia Tetap Berlari...
Siangpun terbit...
Peluh mulai menetes dari kening pertiwi...
nafasnya mulai tersengal...
tetap berlari...
Sampai akhirnya ia terjatuh...
Tubuhnya penuh luka...
Air matanya menetes menangisi dirinya..
yang kini menemui senja...
Kamis, 28 Oktober 2010
Hujan pembasuh Perih
Aku duduk diam sendiri...
Basah dan tiada yang menemani...
Kukerutkan dahi...
Melihat orang berlarian dikalahkan hujan...
Begitu takutnyakah mereka?
Hingga aku yang luka ini tak mereka hiraukan...
Aku tak terlihat menangis...
Karena terbasuh oleh hujan...
Lalu jika Hujan menangis,
Siapa yang akan membasuh?
jawabnya aku...
Aku akan terbang ke atas sana dan membasuh perihmu...
Basah dan tiada yang menemani...
Kukerutkan dahi...
Melihat orang berlarian dikalahkan hujan...
Begitu takutnyakah mereka?
Hingga aku yang luka ini tak mereka hiraukan...
Aku tak terlihat menangis...
Karena terbasuh oleh hujan...
Lalu jika Hujan menangis,
Siapa yang akan membasuh?
jawabnya aku...
Aku akan terbang ke atas sana dan membasuh perihmu...
Sabtu, 16 Oktober 2010
Mati
Terlihat serpihan dinding...
Di atas tumpukan raga...
Mengisahkan jeritan yang tak terlukiskan...
Dari roman yang berdarah - darah...
Dari jauh terdengar...
Nyanyian seorang bocah...
Mana ayahku...
Mana ibuku...
Tak kalah ratapan seorang wanita....
Yang menangis ria di samping suaminya...
Yang terbaring dinginan dan tak menggubris tangisnya...
Sengau memandang angkasa...
yang kian menghilang dari bola mataku...
Kapas dan Morfin tak lagi membantu...
Hanyalah engkau Kasih...
Hanyalah Engkau yang tetap bersinar...
Kala angkasa meredup...
Mengulurkan jembatan emas...
Menuju kearifan kekal...
Di atas tumpukan raga...
Mengisahkan jeritan yang tak terlukiskan...
Dari roman yang berdarah - darah...
Dari jauh terdengar...
Nyanyian seorang bocah...
Mana ayahku...
Mana ibuku...
Tak kalah ratapan seorang wanita....
Yang menangis ria di samping suaminya...
Yang terbaring dinginan dan tak menggubris tangisnya...
Sengau memandang angkasa...
yang kian menghilang dari bola mataku...
Kapas dan Morfin tak lagi membantu...
Hanyalah engkau Kasih...
Hanyalah Engkau yang tetap bersinar...
Kala angkasa meredup...
Mengulurkan jembatan emas...
Menuju kearifan kekal...
Selasa, 05 Oktober 2010
Hujan
Tak satupun darimu yang datang menghampiriku...
Walau Lebat ribuan kehadiramu...
Hingga hati ini kering....
Meregang nyawa...
Terbayang impian merajut hidup...
Dengan jarum - jarum yang membasahi bumi...
Yang basah, tapi merasa kering...
Yang hidup, tapi merasa mati...
Akankah kau datang padaku...
Wahai hujan penyejuk hati...
Membasahi luka yang kian bernanah...
Mengharap insan yang seperti engkau...
Minggu, 19 September 2010
Nafkah
Daun yang jatuh tidak pernah membenci angin...
Peluh yang tercucur tidak pernah menghujat usaha...
Tuhan dan hal hal yang tak selesai...
Tak pernah ada asa yang putus...
Peluh yang tercucur tidak pernah menghujat usaha...
Tuhan dan hal hal yang tak selesai...
Tak pernah ada asa yang putus...
Hitam dan Putih...
Mereka tak pernah pergi...
Tersirat jiwa jiwa yang memberontak..
Mengais warna dari kelamnya nafas...
Mereka tak pernah pergi...
Tersirat jiwa jiwa yang memberontak..
Mengais warna dari kelamnya nafas...
Tersebab aku manusia...
Yang menadah di bawah kesiaan...
Hingga waktunya tiba...
Peluhku tiada ingin menetes lagi...
Yang menadah di bawah kesiaan...
Hingga waktunya tiba...
Peluhku tiada ingin menetes lagi...
Kamis, 16 September 2010
Senandung Jalanan
Jalanan oh jalanan...
Takkan pernah kulupakan...
Tempat aku dibesarkan...
Tempatku merantai nasib...
Memacu hidup di bawah surya...
Mengharap kasihan...
Dari budak-budak kaya yang tidak produktif...
Jalanan Oh Jalanan...
Aku tidaklah malas...
Cuma menunggu antrian untuk sekolah..
Aku tidaklah berdiam diri...
Cuma menunggu janji-janji dari mereka...
Jalanan oh jalanan...
Hingga waktuku tiba, kau tetap bersamaku...
Jalanan Oh Jalanan...
Takkan pernah kulupakan
Takkan pernah kulupakan...
Tempat aku dibesarkan...
Tempatku merantai nasib...
Memacu hidup di bawah surya...
Mengharap kasihan...
Dari budak-budak kaya yang tidak produktif...
Jalanan Oh Jalanan...
Aku tidaklah malas...
Cuma menunggu antrian untuk sekolah..
Aku tidaklah berdiam diri...
Cuma menunggu janji-janji dari mereka...
Jalanan oh jalanan...
Hingga waktuku tiba, kau tetap bersamaku...
Jalanan Oh Jalanan...
Takkan pernah kulupakan
Jumat, 03 September 2010
Kapas Merah
Berapa Jauh kuharus berjalan...
Hingga dapat dikatakan sebagai seorang lelaki...
Berapa lama kuharus berjuang...
Hingga kuterlelap di bawah tanah...
Kapas Merah yang tercecer di lantai...
Menjadi saksi akan bait bait di atas...
Ikut menangis akan kepergianku...
yang sebenarnya tak kuharapkan...
Hariku menjadi malam...
Kulihat semua menjadi muram...
Wajah yang tak kita kenal berbicara dengan bahasa yang tak kumengerti...
Menjadi asing di dalam mimpiku..
Berawal dari senyum indahmu...
Dan berakhir dengan ratap perihmu...
Tak kan tenang kuberjalan...
Dengan beban seberat tangis...
Sudahlah...
Minggu, 29 Agustus 2010
Hijau Hijau Cemara
Memandangmu memberikan perasaan yang tak biasa...
Terkadang perih menusuk...
Terkadang begitu sejuk...
Semua bercampur aduk...
Dari Jauh Kau Melambai kekasihku...
Tersirat duka di Bandara Juanda...
Terkadang Sedih...
Terkadang Semu...
Masih saja perasaan itu ada...
Telah tinggal mati di dalam hati..
Pernah Kau Bertanya...
Apakah itu Perih?
Ku jawab Hidupku...
Lalu kutanya kembali...
Tapi kau diam...
Seperti Cemara yang kutanya dan tak menjawab...
Senin, 16 Agustus 2010
Apa Itu Merah Putih
apa itu merah putih...
Merah itu berani...
Putih itu suci...
itu kata mereka...
apakah Kita Ini benar - benar Merah...
Berani Berteriak Lantang demi Pembaharuan...
Berani Berdiri tegak melawan kepalsuan dan ketiadakadilan...
Berani Berkorban demi Insan - Insan Yang Tertindas...
apakah Kita Ini benar - benar suci...
Suci dalam berprilaku yang berlandaskan Pancasila...
Suci dalam melakukan segala tindakan yang mengatasnamakan negara...
bahkan apakah kita suci dalam konteks diri kita sendiri...
apakah kita benar - benar sudah merdeka...
Indonesia sekarang berada di dalam jeruji besi ilusi yang berselimutkan janji - janji palsu...
yang menjanjikan Nasi Basi dan Sambal terasi...
apa itu yang kita sebut dengan merdeka...
berada di bawah jajahan bangsa sendiri...
lebih perih dibanding terinjak - injak oleh Belanda...
65 Tahun Merdeka...
Indonesia Masih Harus Mengemis untuk tetap bernafas...
Kata Orang Indonesia itu Hebat...
Kata Orang Indonesia itu Swasembada Beras...
Kata Orang Indonesia itu Kaya...
Benar... Tapi itu dulu....
Sekarang Indonesia Meratapi kehancurannya...
Merah itu berani...
Putih itu suci...
itu kata mereka...
apakah Kita Ini benar - benar Merah...
Berani Berteriak Lantang demi Pembaharuan...
Berani Berdiri tegak melawan kepalsuan dan ketiadakadilan...
Berani Berkorban demi Insan - Insan Yang Tertindas...
apakah Kita Ini benar - benar suci...
Suci dalam berprilaku yang berlandaskan Pancasila...
Suci dalam melakukan segala tindakan yang mengatasnamakan negara...
bahkan apakah kita suci dalam konteks diri kita sendiri...
apakah kita benar - benar sudah merdeka...
Indonesia sekarang berada di dalam jeruji besi ilusi yang berselimutkan janji - janji palsu...
yang menjanjikan Nasi Basi dan Sambal terasi...
apa itu yang kita sebut dengan merdeka...
berada di bawah jajahan bangsa sendiri...
lebih perih dibanding terinjak - injak oleh Belanda...
65 Tahun Merdeka...
Indonesia Masih Harus Mengemis untuk tetap bernafas...
Kata Orang Indonesia itu Hebat...
Kata Orang Indonesia itu Swasembada Beras...
Kata Orang Indonesia itu Kaya...
Benar... Tapi itu dulu....
Sekarang Indonesia Meratapi kehancurannya...
Jumat, 13 Agustus 2010
Jumat, 30 Juli 2010
Lonely Strings
Oh Lonely Strings...
Made For Amuse The Silent...
Vibrated To Escort Every Lullaby...
In Middle Of Crused Night...
Oh Lonely Strings...
Lied In The Middle Of The commotion...
Live In The Silent...
Waiting For The Poets in Every Your Pain...
Oh Lonely Strings...
There is so Much Melody that reflecting my Hestiate...
The False melody that Sounds Beautiful...
Deep Down In my Heart...
Oh Lonely Strings...
Do You feel The Same Thing With Me?
Despairing In Every my Steps...
Don't Have any Destination of My heart...
Oh Lonely Srings...
being futile or useless, doesn't Matter Anymore...
cuz You are my destination...
And I'm Your Poet...
Rabu, 28 Juli 2010
Suara Suara Perih
Duduk Di Kursi Empuk ialah Lumrah...
Naik Mercedes Sudah Biasa...
Mengenyam Rupiah Tiada Henti...
Walau Melawan Nurani...
Apa Yang Kau Lihat Jika Berkaca di Cermin Mewahmu?
Kehidupanlah Yang Menggambarkan Pahitnya Gambaran...
Tanpa Rasa... Tanpa Dosa...
Kau Berdalih Sesukamu...
Kami Mederita demi Sofa Empukmu....
Kami Merayap demi Mercedesmu....
Yang Kau Beri Hanya Senyum Indahmu...
Yang Kau Lempar Hanya Janji yang tak berpijak...
Pintarnya Kami Mengelu-elukan Engkau....
Hebatnya Kami Mencium Kaki Busukmu...
Karena Percaya Akan Baliho-Baliho dan Spanduk-spanduk Megahmu...
Di pesta Besar yang Merupakan Awal dari Keterpurukan Jongos...
Dari Mana Sebenarnya Kau Berasal....
Bahkan Katak dalam Tempurung Pun Tahu Tuanku...
Berkacalah dalam Kehidupan...
Bahwa Surga Itu Indah...
Naik Mercedes Sudah Biasa...
Mengenyam Rupiah Tiada Henti...
Walau Melawan Nurani...
Apa Yang Kau Lihat Jika Berkaca di Cermin Mewahmu?
Kehidupanlah Yang Menggambarkan Pahitnya Gambaran...
Tanpa Rasa... Tanpa Dosa...
Kau Berdalih Sesukamu...
Kami Mederita demi Sofa Empukmu....
Kami Merayap demi Mercedesmu....
Yang Kau Beri Hanya Senyum Indahmu...
Yang Kau Lempar Hanya Janji yang tak berpijak...
Pintarnya Kami Mengelu-elukan Engkau....
Hebatnya Kami Mencium Kaki Busukmu...
Karena Percaya Akan Baliho-Baliho dan Spanduk-spanduk Megahmu...
Di pesta Besar yang Merupakan Awal dari Keterpurukan Jongos...
Dari Mana Sebenarnya Kau Berasal....
Bahkan Katak dalam Tempurung Pun Tahu Tuanku...
Berkacalah dalam Kehidupan...
Bahwa Surga Itu Indah...
Senin, 26 Juli 2010
aku dan Dia Tentang Hati Manusia
Aku berjalan di tengah terpaan Angin Malam...
Menyusuri setiap Langkah kakiku...
Tak jua Lelah Kaki Ini...
Meninggalkan Asa Yang terlupakan...
Kita Tahu bahwa setiap "dia" punya jalan Sendiri....
Yang dihiasi Mawar walau berduri...
Yang ditumbuhi Teratai Walau berlumpur...
Yang berselimutkan Bintang walau gelap...
Bagiku... semua Itu hanyalah Harapan Kosong....
Yang "Bodohnya" Kuharap menjadi nyata...
Bagaikan kisah...
Kisah dengan Akhir hidup yang Bahagia...
Akankah Aku terus berharap?
Berharap kepada sesuatu yang tak pasti?
Kepada Janji Yang entah fakta atau opini?
Kepada surga yang bisa saja Bukan Merupakan tempat, Melainkan Hanya sebuah Keadaan?
Kupandangi Wajahku di tiap Kaca Etalase....
Tak Seindah Yang Ku harap...
Semuanya Semu!!!
Semuanya Palsu!!!
Impian dan harapan Hanyalah sebuah mainan Bodoh Anak Kemarin Sore...
Langkah kakiku Terhenti sejenak....
Oleh sepasang Bola mata yang Memancarkan sinar Pengharapan...
Sinar yang Menenangkan Gejolak di hati...
Yang Dipenuhi kasih sayang yang hangat....
Aaaahh... Masa Bodoh!!
Ku tak mau Lagi terjebak!!
Dalam Ilusi yang Menjanjikan Kebahagiaan semu!!
Menyusuri setiap Langkah kakiku...
Tak jua Lelah Kaki Ini...
Meninggalkan Asa Yang terlupakan...
Kita Tahu bahwa setiap "dia" punya jalan Sendiri....
Yang dihiasi Mawar walau berduri...
Yang ditumbuhi Teratai Walau berlumpur...
Yang berselimutkan Bintang walau gelap...
Bagiku... semua Itu hanyalah Harapan Kosong....
Yang "Bodohnya" Kuharap menjadi nyata...
Bagaikan kisah...
Kisah dengan Akhir hidup yang Bahagia...
Akankah Aku terus berharap?
Berharap kepada sesuatu yang tak pasti?
Kepada Janji Yang entah fakta atau opini?
Kepada surga yang bisa saja Bukan Merupakan tempat, Melainkan Hanya sebuah Keadaan?
Kupandangi Wajahku di tiap Kaca Etalase....
Tak Seindah Yang Ku harap...
Semuanya Semu!!!
Semuanya Palsu!!!
Impian dan harapan Hanyalah sebuah mainan Bodoh Anak Kemarin Sore...
Langkah kakiku Terhenti sejenak....
Oleh sepasang Bola mata yang Memancarkan sinar Pengharapan...
Sinar yang Menenangkan Gejolak di hati...
Yang Dipenuhi kasih sayang yang hangat....
Aaaahh... Masa Bodoh!!
Ku tak mau Lagi terjebak!!
Dalam Ilusi yang Menjanjikan Kebahagiaan semu!!
Minggu, 25 Juli 2010
Siapa aku...
Betapa sepinya diriq...
Sendiri menggapai angan...
Dengan diri pnh kekurangan...
.......
Terdiamq sejenak...
Terbang di dalam penjara emosi...
Berfikir keras d dalam benak...
Berusaha mengundang konsentrasi...
Peluhq terus menetes...
Tak jg kepala ini menjawab...
Jam terus berdetik...
Cepat Jawab!!
Lelahq berfikir...
Lalu q tarik nafas panjang dan berteriak...
SIAPAKAH AKU INI!!!!!!!!!!
Tapi... Tak seorangpun menjawab...
Minggu, 11 Juli 2010
JUST A little GIRL

I Just a Little Girl in a Big Live...
I'm Scare to walk around and smiling
but i'm not showing it...
I just looking at the adults that never knowing about me...
Never knowing about me....
Even a minute of an Hour..
Being a little girl...
Doesn't mean have to be the smallest part of the world right?
Never knowing about me...
I can't live alone in this big world...
can you just Smiling at me?
can you just seeing at me?
Huffff...
Being alone... that was an ordinary case..
ignored by the people... that was my habit..
Cuz i am just a little girl....
In this Big World...
Gabz
Langganan:
Postingan (Atom)








