Jumat, 11 Februari 2011

Kartu Natal Tua (Alm.Paulus Lopon Piling)

Detikmu terhenti di penutup suratmu...
Terjatuh pena menghujam hati...
Salam demi salam, kata demi kata...
Semua murung, Semua gelisah

Terlepas raga, terusai waktu...
Salju bening menjadi tangis...
Nafas demi nafas, senyum demi senyum...
Mengukir kisah di jalan Sang Khalik...

Wahai kartu natal tua...
Tertulis pesan bagi setiap ananda...
Terbaring berdebu di meja gudangku...
Dan kini, Siapakah Tuanmu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar